Polres Ponorogo mengundang semua paslon
Bupati-Wabup untuk menandatangani nota kesepakatan dalam deklarasi
pemilu damai di aula Mapolres Ponorogo, Selasa(25/08).
Dikatakan AKBP Ricky Purnama Kapolres
Ponorogo, deklarasi Pemilu Damai yang dilengkapi tandatangan para
pasangan calon menjadi upaya bagi semua pihak untk mengikatkan diri pada
komitmen untuk turut menjaga kondisi wilayah agar tetap aman dan
kondusif. Termasuk komitmen untuk tidak memobilisasi atau menggerakkan
massa pendukung pada hal-hal yang berbau konflik.
“Mereka diminta untuk berlaku jujur,
adil, santun dan bermartabat dalam berkontes. Juga menghindari isu SARA
dan isu sensitif lainnya. Mereka diminta untuk siap menerima apapun
hasilnya nanti,” ujarnya.
Ditambahkan AKBP Ricky, meski bermaksud
siap menang siap kalah, dalam Deklarasi Pemilu Damai kemarin, pihak
Polres mengusulkan penyebutan siap dipilih dan siap tidak dipilih.
“Kita menggunakan istilah yang lebih
lunak, lebih sejuk. Harapannya, dengan sebutan ini, muaranya adalah yang
terpilih ya harus beryukur, yang tidak terpilih yang harus introspeksi.
Apakah strateginya kurang pas atau bagaimana,” ungkapnya.
Dalam deklarasi, pasangan dari jalur
perseorangan, Misranto-Isnen hanya mengirimkan tim suksesnya. Sedangkan,
dari jalur parpol, hanya Sugiri Sancoko, cabup usungan Partai Demokrat
dan Partai Golkar yang tidak hadir. Calon lain, Amin dan Ipong
Muchlissoni hadir dengan pasangannya masing-masing, Agus Widodo dan
Sudjarno.
Sukirno cawabup pasangan Sugiri Sancoko,
ditemui kanal-ponorogo.com usai digelarnya deklarasi damai mengatakan,
dengan adanya deklarasi ini, ia merespon positif. Menurutnya ini sebuah
deklarasi yang cukup bagus. Apalagi dengan penekanan kalimat siap
dipilih dan siap tidak dipilih ini ada filosofinya, yaitu kita
menjauhkan kata-kata kalah dan menang, yang identik dengan yang terluka
dan tidak.
“Saya setuju sekali, saya berdua siap
menjalankan semua itu. Untuk kedepan harus siap menerima apa yang
menjadi keputusan KPU,”ucap Sukirno.
Para pasangan calon bupati dan wakil
bupati yang telah ditetapkan sebagai peserta Pilkada Ponorogo 2015 harus
bisa mengendalikan massa pendukungnya saat kampanye yang akan mulai
digelar pada Kamis (27/8) besok.
“Grass root (golongan akan
rumput/masyarakat bawah) tidak akan mengambil langkah (perseteruan)
kalau tidak ada upaya dari tokoh (pasangan calon dan timnya) untuk
menggerakkan mereka,” ungkap Kapolres Ponorogo AKBP Ricky Purnama usai
Deklarasi Pemilu Damai di aula Mapolres Ponorogo.(K-2)











Posting Komentar